Beberapa Fakta Tentang Masjid Nabawi

Beberapa Fakta Tentang Masjid Nabawi – Masjid adalah tempat terpenting bagi umat Islam, karena sebenarnya semua urusan Islam dibahas di masjid, baik itu urusan pemerintahan, agama, dll. Kunci kebangkitan umat Islam ada di masjid. Jika masjid bisa berkembang, maju, dan sejahtera maka kebangkitan umat Islam tidak perlu menunggu lama.

Salah satu masjid terpenting bagi umat Islam adalah masjid Nabawi. Kita tidak bisa menolak untuk melupakan bahwa Masjid Nabawi adalah langkah awal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mempelajari dakwah dan syiar Islam. Masjid ini merupakan masjid kedua yang dibangun oleh Nabi.

Perjalanan umroh Medan juga menyediakan pemandu wisata untuk memudahkan perjalanan Anda selama di sana. Adapun beberapa ulasan singkat tentang fakta yang sedikit diketahui tentang Masjid Nabawi. Ketika Nabi dan para sahabatnya sampai di yathrib, hal yang pertama dilakukan Nabi adalah membangun masjid.

Apa saja yang kamu ketahui tentang Masjid Nabawi?

Dikarenakan beliau tahu bahwa masjid merupakan komponen penting dalam dakwah. Ia memilih tempat untuk membangun masjid dengan menggunakan untanya sebagai patokan. Kemana harus berhenti, lalu disitulah masjid dibangun. Tanah yang rencananya akan dibangun masjid itu sebenarnya milik seorang bernama Sahl bin Suhail yang berasal dari Bani Najjar.

Diketahui bahwa ada kuburan musyrik, puing, dan pohon kurma. Kemudian Nabi memerintahkan untuk memindahkan kuburan dan meratakan puing-puing bangunan serta menebang pohon kurma tersebut. Ketika Rasulullah SAW sampai di Yathrib Nabi dan para sahabatnya, dia membangun masjid hanya dengan peralatan seadanya. Kedua ujung pintu masjid terbuat dari batu.

Dindingnya hanya dilapisi batu bata dengan lumpur. Atapnya terbuat dari daun kurma. Tiang yang berasal dari batang pohon kurma dan alas atau lantai hanya tersisa pasir dan kerikil kecil. Waktu tempuh touring tak terkalahkan dengan paket umrah medan pilihan. Seiring berjalannya waktu, jumlah orang yang masuk Islam, dan jemaah masjid juga meningkat.

Kemudian rasul Allah memperluas masjid Nabawi masing-masing dengan panjang dan lebar 20 hasta. Semua biaya perluasan masjid ditanggung oleh sahabat Utsman bin Affan. Peristiwa di Masjid Nabawi ini terjadi setelah kembalinya Nabi dan para sahabatnya dari perang khaibar.

Demikian sejarah dari Masjid Nabawi, kita juga harus memperhatikan kondisi masjid-masjid di Indonesia yang kebanyakan warga muslim di plosok-plosok didaerah tidak terdapat masjid. Salah satu cara menolong mereka adalah menyisihkan sebagian rezeki kita dan menyumbangkannya ke yayasan masjid pedesaan yang membantu mengumpulkan dana dari para dermawan sehingga membantu untuk pembangunan masjid di daerah-daerah pelosok Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *